Masa Depan Bahasa Arab di Indonesia

Berbicara masa depan bahasa Arab bukan berarti membicarakan narasi simbolis warisan sejarah, melainkan membicarakan watak asli bahasa sebagai “bahasa” yang keberadaannya bertahan dan survive selama digunakan bicara, minimal sebagai komunikasi global antar negara atau antar masyarakat untuk kepentingan ekonomi, pendidikan atau politik. Dalam konteks perang hegemoni, Indonesia sebagai negara muslim terbesar perlu memanfaatkan era digital agar bahasa Arab bisa menjadi sarana komunikasi global melalui media informasi, jurnalisme, buku, pertemuan maupun transaksi. Setidaknya sharing pengalaman antar negara atau ormas dalam merawat demokrasi, keadilan ekonomi, dan moderasi agama. Dalam kaitan ini, Indonesia memiliki Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas terbesar di dunia yang berkontribusi tidak hanya skala nasional, melainkan juga internasional.