Alasan Ramadhan Dirindukan

Alasan Ramadhan Dirindukan

Setiap tahun umat muslim di seluruh dunia menanti-nantikan bulan suci Ramadhan dengan berbagai alasan. Jika diibaratkan Ramadhan bagaikan kekasih. Akan selalu ada alasan untuk bertemu dan merindunya. Hal ini juga senada dengan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah “Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus.”

Ada beberapa alasan Ramadhan dirindukan, yaitu:

  1. Gelar Takwa

Umat muslim di seluruh dunia selalu saling mengingatkan perihal takwa di setiap hari Jumat ketika khutbah atau di kesempatan-kesempatan yang lain. Takwa adalah gelar yang mulia dan tinggi derajatnya, tidak ada gelar yang lebih baik dari taqwa. Oleh karena itu, umat muslim selalu berusaha mendapatkan gelar takwa dan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meraihnya.

Hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Swt. dalam Surah al-Baqarah ayat 183 “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Allah Swt. menjadikan gelar takwa sebagai gelar tertinggi tentunya aka nada balasan yang besar yang diberikan. Orang yang bertakwa akan dipermudah segala urusannya sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surah ath-Thalaq ayat 2 “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya.” Kemudian dilanjutkan di ayat ke-4 “Dan barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.”

Orang yang bertakwa juga akan mendapatkan ketenangan hati karena selalu tersimpan Allah di dalam hatinya sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surah al-A’raf ayat 35 “Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barang siapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.”

  • Bulan Pengampunan

Kita sadar bahwa tidak ada manusia yang tidak memiliki dosa, kecuali para nabi dan rasul yang ma’sum. Sebaik-baik manusia bukanlah mereka yang tanpa dosa, melainkan mereka yang sedikit dosanya kemudian bertaubat dan tidak mengulanginya lagi. Maka dari itu, Allah dengan kasih-sayang-Nya yang luas menyiapkan alat penghapus dosa, yaitu bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dan Abu Dawud “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni.”

  • Puasa Ibadah Istimewa

Keistimewaan puasa tentu banyak sekali sehingga sangat dianjurkan bagi semua umat muslim untuk kebaikan jasmani dan rohaninya. Keistimewaan ibadah puasa telah dikatakan Allah dalam hadis qudsinya yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim “Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.”

Menurut Quraish Shihab, yang dimaksud dengan “puasa untuk Allah” adalah untuk meneladani sifat-sifat Allah. Inilah substansi puasa. Allah tidak beristri, maka orang yang berpuasa dilarang berhubungan seks. Allah tidak makan tapi memberi makan, maka orang yang berpuasa dilarang makan dan dianjurkan memberi makan.

Lebih dari itu, orang yang berpuasa juga bisa meneladani sifat Allah yang lain. Misalnya, Allah Maha Pemurah maka orang berpuasa dianjurkan banyak bersedekah dan berbuat kebaikan. Allah Maha Mengetahui maka orang yang berpuasa juga harus banyak belajar dan meningkatkan pengetahuannya. Dan masih banyak lagi sifat-sifat Allah yang dapat diteladani.

Perlu dipahami bahwa cara kita meneladani sifat-sifat Allah sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia yang lemah. Misalnya Allah tidak tidur, tentu kita tidak mampu demikian karena manusia perlu istirahat. Kita juga tidak mampu menahan makan dan minum untuk waktu yang terlalu lama.

Baca juga: Musyawarah Santri: Zakat Non Muslim

  • Turunnya Lailatul Qodar

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dan nilainya lebih baik dari pada seribu bulan. Lailatul Qadar terdapat di salah satu hari dari bulan Ramadhan. Malam tersebut dimuliakan karena al-Quran dan banyaknya anugerah serta rahmat Allah yang dilimpahkan.

Sedikit amal ibadah yang dilakukan pada bulan Ramadhan, terutama di Lailatul Qadar, dapat mengantarkan seseorang ke surga. Amal ibadahnya dilipat-gandakan sedemikian banyak. Bayangkan saja jika satu rakaat sholat di malam Lailatul Qodar nilainya lebih baik dibandingkan satu rakaat shalat selama seribu bulan sehingga bulan Ramadhan disebut bulan obral di mana pahala diberikan dengan cuma-cuma.

  • Doa yang dikabulkan

Allah Swt. berfirman dalam Surah al-Baqarah ayat 186 “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang-Ku, (katakanlah bahwa) sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar memperolah kebenaran.”

Dari ayat di atas kita dapat memahami adanya orang yang berdoa tapi sebenarnya tidak berdoa karena ada syarat yang tidak terpenuhi, yaitu beriman dan bertakwa. Kita harus percaya bahwa doa yang kita panjatkan suatu saat pasti dikabulkan oleh Allah dengan perkara yang baik untuk kita dan di waktu yang tepat menurut Allah. Kita juga harus bertakwa pada Allah, ibarat terkabulnya doa adalah gaji maka kita harus bekerja terlebih dahulu untuk mendapatkannya, yaitu dengan takwa.

Pada bulan Ramadhan ada doa yang tidak akan ditolak bagi orang yang berpuasa hingga ia berbuka sebagaimana yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad “Tiga orang yang doanya tidak tertolak, yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doanya orang yang teraniaya. Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada ari Kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman ‘Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat.”

Meskipun begitu, kita juga harus memahami bahwa makanan minuman yang masuk ke tubuh, pakaian yang dikenakan, dan kesucian jiwa akan mempengaruhi doa yang kita panjatkan. Semakin bersih jiwa, makanan, dan pakaian maka semakin besar kemungkinan doa kita dikabulkan.

Apa yang disebutkan di atas adalah beberapa alasan Ramadhan dirindukan. Tentu masih banyak alasan-alasan yang lain. Misalnya, di bulan Ramadhan terdapat momen bersilaturrahmi bersama keluarga, saudara, teman, dan bersama orang yang jarang kita temui di selain bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan kita bisa menikmati makanan dan minuman yang tidak biasa kita temui di selain bulan Ramadhan. Semoga Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan.

Penulis: Lukman Al Khakim

Tinggalkan Balasan