Terdegradasinya Peradaban Dunia

Sumber gambar: Gramedia

Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (LESBUMI) NU Sudan mengadakan acara Kongkow Peradaban yang bertajuk tema “Terdegradasi Peradaban Dunia; Peranan Warga NU Menjadi Warga Dunia” pada Sabtu 14 Januari lalu di halaman Wisma PCINU Sudan. LESBUMI NU Sudan merupakan diaspora Nahdliyin dalam bidang kebudayaan dan seni di Sudan.

Baca juga Sudan dengan Segala Keunikannya

Derasnya arus informasi dan bertebarannya beragam isu-isu di era globalisasi sudah selayaknya mendapatkan perhatian yang lebih. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini LESBUMI memulai langkahnya dengan mencoba memberikan sentuhan terhadap problematika yang terjadi akhir-akhir ini, terkhusus dalam ranah budaya dan seni.

Perubahan tatanan kehidupan telah bertransformasi pada kemajuan teknologi. Mirisnya lagi, transformasi yang terkesan gaul-agulan tersebut berdampak juga pada nilai-nilai budaya yang kita miliki. Pengamatan LESBUMI NU Sudan terhadap keadaan budaya di zaman ini adalah sebuah landasan awal untuk merawat kebudayaan dan generasinya.

Kiai Althof Madani Ahsin, LL.B. (Rais Syuriah PCINU Sudan) sebagai keynote speaker menyampaikan pandangannya terhadap peradaban manusia, “Peradaban manusia akan terus berjalan dan pasti terus menuai beragam problematika. Kita sebagai duta NU dan pemangku budaya luhur beserta nilai-nilainya harus bisa merawat semua itu agar selalu relevan dan mengawal peradaban dengan apik,” ujarnya dalam acara yang berjalan khidmat dengan dipandu oleh Lobby Pangestu sebagai MC dan Tengku Rahmad sebagai moderator..

Narasumber pertama, Kiai Yusron Kamal, LL.B. memberikan pernyataan yang mengisyaratkan banyak dari generasi zaman sekarang yang sangat sulit memahami diri sendiri. “Manusia sebagai aktor dari keberlangsungan peradaban dan pemangku risalah Tuhan sebagai pemimpin di bumi (khalifah fil arldh) maka tugas manusia bukan hanya menjalani kehidupan, akan tetapi membuat dan menjaga nilai yang harus ada pada diri seorang manusia” ujarnya.

Hadirnya Saudari Safira Mazarina, S.Hum. sebagai narasumber kedua memberikan sorotan khusus atas kondisi generasi zaman saat ini, “Kebudayaan di era globalisasi sangat terpengaruh oleh perkembangan teknologi yang pesat. Semua bentuk transformasi nilai budaya atas teknologi yang kurang matang akan berdampak terhadap perilaku masyarakat menjadi keliru.” Beliau juga menambahkan bahwa “Fenomena budaya di zaman ini terbagi menjadi dua. Pertama budaya tinggi (high culture) di mana ada di antara kalangan elite (yang memiliki historis), kedua budaya popular atau budaya yang menyebar tanpa kandungan nilai atau historis (terlihat tidak penting)”.

Fakta pada saat ini manusia yang dianugerahi akal dan segala perangkatnya seakan dikalahkan oleh algoritma teknologi buatan manusia sendiri. Maka, sudah waktunya bagi manusia saat ini untuk terus meng-update kemampuan akalnya sehingga dapat menciptakan keseimbangan dalam perkembangan teknologi dan keberlangsungan kehidupan di dunia.

Perkembangan teknologi sangat memerlukan respons yang serius, terlebih jika sudah berkenaan dengan budaya. Sangat disayangkan apabila budaya yang bernilai luhur terkena degradasi penurunan pada kodratnya dan nilainya. LESBUMI NU Sudan yang fokus terhadap seni dan kebudayaan berupaya penuh akan tercipta fandom yang positif dan dapat mewarnai keberlangsungan peradaban serta nilai-nilainya.

Hal ini sesuai dengan statement Gus Yahya, “Dunia hari ini memasuki tahap orang mulai menghasilkan dua kecenderungan besar, yakni (1) kecenderungan globalistik yang menginginkan sendi masyarakat harus merupakan nilai-nilai yang diterima universal dan (2) ada kecenderungan masyarakat lokal yang menginginkan terpeliharanya identitas mereka”. Sudah saatnya bagi kita semua, terkhusus warga Nahdlatul Ulama, untuk bisa ikut ambil peran terhadap isu ini dengan mencari serta membuat peluang untuk sebuah kemaslahatan yang majemuk dan dapat memadukan dua variabel antara budaya dan globalisasi.

Khartoum, 21 Januari 2023. Oleh Hadziq Mubarok (Aktivis LESBUMI NU Sudan)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: