Sudan dengan Segala Keunikannya

Pada Selasa, 17 Januari 2023 telah dilaksanakan acara Webinar Pengenalan Republik Sudan Sebagai Rujukan Melanjutkan Studi yang diadakan oleh Lembaga Kaderisasi (LKNU) bersinergi dengan PCI Muslimat NU Sudan dengan mengangkat tema “Menggali Peluang, Meraih Impian di Negeri Seribu Darwis”. Acara tersebut bertempat di Aula Wisma PCINU Sudan.

Baca juga Impian, Ekspektasi, dan Realita Studi Luar Negeri

Pada kesempatan tahun ajaran baru ini, Lembaga Kaderisasi Nahdlatul Ulama (LKNU) Sudan menyediakan kuota beasiswa bagi para calon mahasiswa atau mahasiswi yang ingin melanjutkan studinya di Sudan. Lembaga Kaderisasi Nahdlatul Ulama Sudan merupakan Lembaga yang bertanggungjawab pada pengelolaan kader nahdliyin secara keseluruhan yang ada di Sudan. Webinar ini merupakan salah satu langkah atau ikhtiar yang dilaksanakan oleh Lembaga Kaderisasi bertujuan mengenalkan serta memantabkan calon mahasiswa dan mahasiswi di Indonesia untuk mewujudkan impiannya melanjutkan studinya di Negeri Seribu Darwis. Harapannya semoga banyaknya minat serta semangat belajar di mana pun berada. Sebagaimana yang disampaikan oleh Muhammad Afif Fuddin selaku narasumber dan Wakil Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan pada acara tersebut.

Sudan dengan Segala Keunikannya

Musim di Sudan seperti halnya di beberapa negara Afrika Utara dan Jazirah Arab yang didominasi oleh padang pasir serta kondisi daratan yang kering dan tandus. Sudan memiliki temperatur suhu yang relatif panas. Dalam satu tahun, Sudan mengalami pergantian iklim sebanyak dua kali yaitu musim panas yang terjadi pada kisaran bulan April-Oktober dan musim dingin kisaran bulan November-Maret. Pada saat puncaknya, baik ketika musim panas maupun dingin, cuaca terkadang menjadi sangat ekstrem. Suhu bisa mencapai 49⁰C dan 8⁰C saat musim dingin.

Bahasa di Sudan adalah negara yang menggunakan berbagai macam bahasa dengan bahasa Arab sebagai bahasa pemersatu. Bahasa Arab digunakan hampir dalam seluruh aspek kehidupan. Sesuai dengan keputusan konstitusi Negara Republik Sudan pada tahun 2005 menetapkan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara.

Bahasa Arab yang berlaku di Sudan secara konstitusi adalah Arab Fushah akan tetapi di sebagian masyarakat setempat terbiasa menggunakan bahasa Arab Darijiyah atau Suuqiyah, yaitu bahasa Arab yang beberapa kosa katanya diambil dari bahasa lokal mereka.

Ada beberapa keunikan terdapat di Sudan :

1. Pembelajaran Al-Qur’an yang unik.

Negara republik di timur laut benua Afrika itu juga memiliki lembaga pendidikan keagamaan khas semacam pesantren yang disebut Khalwah. Di Khalwah, semua biaya pendidikan gratis, termasuk makanan dan akomodasi. Lembaga yang jumlahnya mencapai sekitar 30 ribu di seluruh Sudan tersebut mendapat sokongan dana dari negara, sumbangan pribadi, atau dana-dana luar negeri. Para siswa di sana diajari berbagai ilmu agama dan terutama dididik menjadi penghafal Al-Qur’an.

2. Ber-Tarekat

Tarekat masuk ke Sudan dengan kondisi keilmuan yang sudah kuat, mapan dan mentradisi di seluruh lapisan masyarakat. Menurut catatan sejarah, tarekat yang pertama kali masuk ke Sudan adalah tarekat Syadziliyah yang disebarkan oleh Imam Muhamad bin Sulaiman al-Jazuli di sekitar Arab dan Afrika. Putri Imam Muhamad bin Sulaiman al-Jazuli menikah dengan Syeikh Hamad Abi Dananah yang merantau ke Sudan dan bermukim di wilayah Barbar sekitar tahun 849 H. / 1445 M.

3. Bersentuhan dengan 3 Madzhab Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah)

Pada masa pemerintahan kerajaan Sinar, Sudan lebih didominasi oleh madzhab Maliki, sedangkan madzhab Syafi’i hanya sedikit, misalnya Syeikh Muhamad bin Qadam al-Kimani al-Mishri yang memiliki murid Syeikh Abdullah A’araki, Syeikh Abdurrahman dan al-Qadi Dasyin al-Syafi’i, bahkan Mufti pada saat itu dengan berfatwa dua madzhab, sekalipun madzhab Syafi’i terhitung minoritas, misalnya Mufti Syamat bin Adlan al-Syayiqi. Sedangkan madzhab Hanafi juga pernah menjadi madzhab resmi di Sudan, tepatnya di pesisir kota Port-sudan yang pada saat itu merupakan bagian dari Daulah Turki Utsmany.

4. Memaksimalkan manfaat Universitas yang tersedia.

Sudan memiliki sekitar 30 universitas yang tersebar di berbagai kota. Kampus-kampus terkemuka seperti University of Gordon atau yang sekarang disebut Jami’ah Khartoum, Elnilein University yang mendapat sokongan dari negara Jepang, IUA yang mempunyai misi global dalam mayoritas penelitiannya, University of The Holy Qur’an and Islamic Sciences yang pada zaman dahulu berjalan beriringan bersama Jami’ah Al-Azhar, Cairo dalam strategi pengajaran, dan lain sebagainya.

5. Mengiringi prioritas dengan elaborasi diri setiap saat.

•Menekuni diroyah al-ulum al-syar’iyyah yang tidak termasuk dalam subyek kuliah sebagai pengembangan diri dan pencarian sanad muttasil (tersambung) dalam peluang strategis.

•Interaktif dengan warga negara asing. Tidak melewatkan hal yang sulit dijumpai saat di luar Sudan nanti.

•Phenomenon-analitycs terhadap realita Sudan dalam aspek agama, sosial-geografi, seni-budaya, politik, ekonomi dan lain sebagainya untuk dieksploitasi dengan skill yang ada.

Baca juga [Telah Dibuka] Pendaftaran Beasiswa Kuliah di Sudan

Pewarta: Atikal Maula

One Response

Tinggalkan Balasan