Satu Atap: Madrasah Organisasi Pijakan Harmonisasi Menyongsong #InternasionalisasiNU

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan mengawali langkah dengan menyelenggarakan acara Satu Atap, semacam madrasah organisasi, bertemakan “Spirit NUansa An-Nahdliyah; Menempa Militansi Kader NU sebagai Langkah Aktualisasi Peran Khidmah” yang diinisiasi oleh pengurus Tanfidziyah dan berkolaborasi dengan Lembaga Kaderisasi (LK) NU Sudan. Acara ini dihadiri oleh semua warga Nahdliyin, baik warga struktural maupun warga kultural.

Baca juga Hadiri Konferensi Lintas Agama, PCINU Sudan ajukan Tiga Rekomendasi untuk Perdamaian Sudan

Acara ini direncanakan akan dilaksanakan sebanyak 3 episode secara berkala. Episode I dilaksanakan pada Sabtu malam (10/12) yang lalu dengan mengangkat judul pembahasan “Trilogi NU; Fikroh, Amaliah, dan Harokah” bersama Mustasyar PCINU Sudan, Dr. Kiai Ribut Nur Huda, M.Pd.I., M.Ed. dan Rais Syuriyah  PCINU Sudan, Kiai Althaf Madani Ahsin, LL.B. Acara malam itu dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah sebagai awal dibukanya acara Satu Atap.

“Target pengaderan utama adalah terinternalisasikannya nilai-nilai perjuangan visi dan misi organisasi sekaligus terciptanya kader militan yang memiliki potensi dan wawasan yang sesuai dengan tingkatan kepemimpinan masing-masing. Sukses atau tidaknya dalam sebuah organisasi dapat diukur dari keberhasilan dalam proses kaderisasi internal yang dikembangkannya. Karena wujud dari keberlanjutan organisasi adalah munculnya kader-kader yang memiliki kapabilitas dan komitmen terhadap dinamika organisasi untuk masa depan,” ucap Achmad Fauzi selaku Ketua Tanfidziyah.

“Kader NU di mana pun berada akan selalu memberikan warna positif bagi peradaban. Dalam berjuang, mereka memegang sanad keilmuan yang bersambung kepada Rasulullah saw., baik dalam hal fikrah, harokah, maupun amaliah NU. Di sini sangat jelas bahwa NU merujuk kepada ulama yang bangkit, bukan diam berpangku tangan,” dawuh Kiai Ribut menanggapi kader NU yang harus memahami trilogi NU-nya.

Kiai Althaf juga menyebut Nahdliyin Sudan telah melaksanakan trilogi NU sebagai tanda bahwa mereka pantas disebut Kader NU.

“Alhamdulillah dalam acara Satu Atap ini kita bersama-sama memurojaah atau mengingat kembali 3 pilar Nahdlatul Ulama, yaitu fikrah, harokah, dan amaliah nahdliyah. Dengan setiap minggunya berkumpul bersama melaksanakan Lailatul Ijtima’ dan rutinan lainnya kita sudah menjalankan amaliah. Dengan menjadi pengurus PCINU Sudan kita sudah menjalankan harokah. Dan dengan mengetahui ideologi Nahdlatul Ulama yang bercorak Tawassuthiyah, Tasamuhiyah, Ishlahiyah, Tathawwuriyah, dan Manhajiyah kita menanamkan fikrah. Sehingga sampai kapan pun dan di mana pun kita bisa mengaku bahwa kita adalah kader NU yang sebenarnya,” kata Kiai Althof selaku pembicara kedua sekaligus Rais Syuriah.

Kemudian dilanjut (episode II) dilaksanakan pada Jumat sore (16/12) dengan mengangkat judul pembahasan “Dasar-dasar Kebendaharaan dan Gerakan Pendanaan Organisasi” dengan narasumber M. Nahjul Fikri sekaligus selaku Bendahara PCINU Sudan. Acara ini dihadiri oleh seluruh bendahara dari tiap-tiap perangkat, badan khusus, dan partisipan warga nahdliyin dengan tujuan menyosialisasikan serta menyeragamkan konsep serta visi kebendaharaan di PCINU Sudan.

“Sirkulasi keuangan perkumpulan yang rapi, sehatsehat, dan bisa memberdayakan perkumpulan dan masyarakat menjadi salah satu penopang pergerakan perkumpulan. Semoga sumbangsih dan langkah yang kita berikan untuk perkumpulan menjadi ladang amal jariyah yang dapat dipertanggungjawabkan kelak. Aamiin,” ucap Fikri selaku Bendahara PCINU Sudan.

Pertemuan terakhir (episode III) dilaksanakan pada Minggu sore (01/01) dengan mengangkat judul “Dasar-dasar  Kesekretariatan dan Gerakan Digitalisasi Dokumen Organisasi” bersama narasumber M. Hizam Dinil Mustaan sekaligus selaku Sekretaris PCINU Sudan dan Atikal Maula selaku Sekretaris Muslimat NU Sudan. Acara ini juga dihadiri oleh sekretaris tiap-tiap perangkat, badan khusus, serta partisipan dari warga nahdliyin dengan tujuan menyeragamkan konsep serta visi kesekretariatan di PCINU Sudan.

“Kesuksesan sebuah perkumpulan tidak hanya teramanatkan kepada ketua semata, namun kita sebagai anggota kepengurusan juga memiliki tanggung jawab untuk terjun dalam proses penyuksesan perkumpulan dengan porsi, kemampuan, dan tugas kita masing-masing. Semangat berkhidmah bersama untuk Nahdlatul Ulama yang jaya,” ucap Hizam selaku Sekretaris PCINU Sudan

“Bisa karena terpaksa, terpaksa akan menjadi terbiasa, kemudian terbiasa akan menjadi enjoy dan menyenangkan. Mencoba jangan takut gagal karena gagal bukan berarti kita kalah. Tetap berlatih dan pantang putus asa karena berlatih akan menjadi kehobian,” ucap Atikal Maula selaku Sekretaris Muslimat NU Sudan  

Dengan landasan langkah awal dan telah terlaksananya Satu Atap (Madrasah Organisasi) ini tersirat harapan terjaganya kekompakan perkumpulan serta terbentuknya mindset dan mentalitas kader yang sehat dan berkarakter Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Semua itu bisa dilakukan dengan menjaga amanat rumusan gagasan perkumpulan ke depan yang meliputi grand ide, grand desain, dan grand strategi agar sekiranya bisa terealisasi dengan baik dan teratur sehingga dapat mengawal PCINU Sudan yang lebih bersahaja ke depannya.

Penulis: Muhammad Afif Fudin

Baca juga Impian, Ekspektasi, dan Realita Studi Luar Negeri

Tinggalkan Balasan