Jamiyyah Syifaul Qulub (JSQ)

Jamiyyah Syifaul Qulub (JSQ) adalah sebuah tim di bawah naungan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (LESBUMI) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan yang fokus pada pelatihan dan pengembangan seni hadrah (seni yang bercorak islami yang menggunakan rabana sebagai pengiring).

Baca juga: Gema Shalawat bersama Masyarakat Sudan; PCINU Sudan Memperkenalkan Kiai Hasyim Asy’ari

JSQ telah ada sejak awal didirikannya Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan. Didirikan atas dasar inisiatif dari para generasi pendahulu kader-kader NU Sudan, guna menjadi wadah untuk melestarikan kesenian NU dan mewadahi bakat kader-kader yang ada di lingkungan NU Sudan.

Anggota (personil) Jamiyyah Syifaul Qulub (JSQ) sendiri didominasi oleh kader yang lulus dari pondok pesantren salaf (pesantren klasik yang mengkaji kitab kuning/kuno), di mana kebanyakan dari mereka sudah mempunyai bekal dan menguasai seni hadrah. Melihat perkembangannya sekarang, JSQ semakin menunjukkan eksistensi kemajuannya, terbukti dengan bertambahnya jumlah anggotanya. Terdapat sebagian dari mereka sekarang lulusan dari pondok modern, atau bahkan ada yang sama sekali tidak punya bekal, tapi ada minat dan niat kesungguhan untuk belajar. Inilah peran dari JSQ NU Sudan dalam mewadahi minat kader atau non kader dalam belajar dan menguasai seni hadrah.

Peran JSQ NU Sudan sesungguhnya adalah untuk mensyiarkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin ala Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah melalui instrumen sholawat atau kasidah dengan memaknai nilai-nilai keberagaman seni yang tergambarkan dari alat musiknya. Peran tersebut dibuktikan dengan undangan penampilan dalam acara-acara yang diselenggarakan, baik lingkup masyarakat Indonesia atau bahkan masyarakat pribumi Sudan sendiri yang sangat menikmati sekali alunan musiknya.

Penulis: Hasnan Habib

Baca juga: Memaknai Budaya sebagai Wujud Persatuan Bangsa

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: